Cara Mengasuh Anak yang Aktif dan Tidak Bisa Diam

Cara Mengasuh Anak yang Aktif dan Tidak Bisa Diam.

Banyak orang tua yang terkadang merasa kewalahan menghadapi sikap anak yang tidak bisa diam. Anak yang aktif cenderung ingin melakukan berbagai aktivitas, seperti berlari, bermain dengan teman, bermain dengan mainan sehingga terus membuat barang-barang di rumah berantakan.

Karena tingkah anak yang terlalu aktif, orangtua sering merasa kerepotan, bukan hanya ketika di rumah namun juga saat berada di luar rumah, misalnya di tempat umum. Berikut saya paparkan cara mengasuh anak yang aktif dan tidak bisa diam.  Semoga setelah membaca artikel ini para orangtua tidak perlu merasa terlalu kerepotan meladeni tingkah laku anak dan tidak terlalu mengekang atau membatasi kegiatan anak, karena dengan terus bergerak anak akan menjadi lebih kreatif.

  1. Lakukan kegiatan yang seru setiap hari bersamanya dan pikirkan kegiatan kreatif

narashansa.com

Bisa saja anak menjadi tidak mau diam karena ia bosan dengan kegiatan yang itu-itu saja. Ajak anak berlari di halaman, menari, atau mengikuti tingkah tokoh yang ia sukai misalnya kancil.

  1. Izinkan anak membantu pekerjaan rumah tangga

narashansa.com

Anak dapat diajak untuk membantu membersihan mainannya sendiri atau hal-hal kecil lain yang dapat dilakukan. Anak juga dapat dilibatkan untuk mengerjakan pekerjaan yang mudah, sehingga anak tidak mengganggu pekerjaan yang sedang dilakukan oleh orangtua.

  1. Jangan biarkan anak terbebani karena larangan

Bila anak terlalu dibebani dengan banyak larangan, anak bisa menjadi pribadi yang suka memberontak dan lama kelamaan anak menjadi stres atau depresi. Membuat aturan bagi anak tentu boleh dilakukan, seperti mendisiplinkan anak mengenai waktu makan dan istirahat, untuk hal ini orangtua perlu membuat aturan yang tegas dan konsisten. Namun untuk aturan-aturan yang lain cobalah evaluasi kembali. Apakah aturan itu cukup efektif untuk membentuk pribadi anak?

  1. Menjadi pendengar yang baik

narashansa.com

Anak-anak menjadi aktif biasanya ada alasannya. Salah satunya adalah karena ingin mendapatkan perhatian dari orang tua. Ajaklah anak bercerita dari hati ke hati tanpa ada unsur memarahi anak, sehingga mereka bisa terbuka.

  1. Temukan bakat dan minat mereka, lalu arahkan

Anak-anak yang aktif biasanya disebabkan oleh karena mereka punya bakat minat yang tidak tersalurkan dengan baik. Sebagai orang tua, Anda perlu mengamati anak dengan baik dengan cara beraktivitas bersama dan banyak melakukan komunikasi, agar Anda semakin mengenal bakat dan minatnya. Setelah menemukannya, arahkanlah bakat dan minat mereka misalnya dengan meminta anak bergabung dalam sebuah sanggar atau tempat kursus yang sesuai dengan bakat dan minat anak.

  1. Membimbing dengan kesabaran dalam ketenangan

Ketenangan di sini harus dimulai dari diri kita. Saat sang anak melakukan kenakalan, mungkin kita akan merasa jengkel, namun jangan sampai kita langsung memarahi dan membentaknya. Cobalah untuk menenangkan diri kita sendiri terlebih dahulu, dan menasihati anak dalam keadaan tenang. Namun apa bila sang anak yang emosinya tinggi, misalnya dia bertengkar atau berkelahi dengan temannya, maka kita harus memisahkan dulu sang anak,tenangkan emosinya,  lalu baru berikan nasihat kepadanya

  1. Jangan bosan mengingatkan

Mungkin anak akan tetap melakukan kesalahan yang sama seperti tidak bisa diam saat berada di tempat umum. Tapi, memang begitulah anak-anak, jangan sampai kita bosan mengingatkan pada saat sang anak melakukan kesalahan. Dan jangan sampai kita terbawa emosi ketika melihat anak yang tidak bisa diam atau melakukan beberapa kesalahan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *